Tampilkan postingan dengan label Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lokal. Tampilkan semua postingan

14 April 2013

Seputar Raditya Dika


          Raditya Dika (Dika  Moerwani) lahir di Jakarta28 Desember 1984 yang kini telah berumur 28 tahun, dan akrab dipanggil Radith. Dia adalah seorang penulis asal Indonesia. Di Indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blogpribadinya yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Buku tersebut menampilkan kehidupan Dikung (Raditya Dika) saat kuliah di Australia. Tulisan Radith bisa digolongkan sebagai genre baru. Kala ia merilis buku pertamanya tersebut, memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi (personal essay).

Ini dia judul novel buatanya        :


2005 - Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
2006 - Cinta Brontosaurus
2007 - Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa

2008 - Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang
2010 - Marmut Merah Jambu
2011 - Manusia Setengah Salmon
>Raditya Dika memiliki 4 adik yang bernama Yudhita, Angga , Inggi dan Edgar.
>Twitter : @radityadika
Sumber :
http://www.wikipedia.org/wiki/Raditya_Dika
(Ada bonus 1 nihh twiternya Edgar : @edgar_nasution)

27 Maret 2013

Biodata dan Profil TEGAR SI PENGAMEN ASAL SUBANG


Nama Lengkap   :Tegar Septian
Nama Panggilan :Tegar
Kota Kelahiran     :Pemalang
Tanggal Lahir       :19 September 2001
Anak ke-                 : 1 dari 4 bersaudara
Kelas                        :3 Madrasah
Sekolah                  :Yayasan As Salafi

       Namanya mulai dikenal publik setelah video dirinya saat sedang mengamen diunggah di situs youtube dan menjadi populer berkat suara emas yang dimilikinya.
       Tegar, seorang pengamen cilik yang dulunya hidup serba kekurangan, memang benar, bocak cilik yang satu ini berasal dari keluarga yang kurang mampu.Bagaimana tidak? Pekerjaan Ibu Anak tertua dari 4 bersaudara ini juga  seorang pengamen di kereta api di kawasan Stasiun Pegaden, sedangkan bapak tirinya hanyalah seorang buruh lepas. Tegar hidup dengan serba keterbatasan. Meskipun begitu, bukan berarti Tegar hanya mampu mengisap jempol belaka. Ia ikut serta membantu ekonomi keluarganya dengan ikut mengamen. Dengan cara itulah Tegar dapat mengembangkan bakat menyaninya sembari mencari nafkah untuk meringankan beban keluarga. Semua dia pelajari secara autodidak.
Tegar tidak tahu seperti apa tangga nada, atau bahkan notasi yang biasa dia nyanyikan. Tapi, insting seni dalam menyanyi dan bermain musiklah yang membuat dia mampu bernyanyi sebagus itu. Menurut Tegar, bakatnya dalam menyanyi bisa jadi diturunkan dari sang ibu yang tak lain mantan sinden pada zamannya dulu.

            Meskipun Tegar mengaku sangat jarang diajari menyanyi oleh ibunya.Tapi bagi dia, warisan seni yang tertanam dalam dirinya sudah sangatlah cukup untuk bekal kelak. Buktinya pada usianya yang belum mencapai 11 tahun,Tegar telah mampu menciptakan beberapa lagu.

            Satu buah lagu di antaranya berjudul "Temanku Ini Mabok Cinta", sebuah lagu yang agak berbau dewasa, namun cukup friendly untuk seukuran pengamen jalanan di Subang. Lagu ini juga yang membuat Tegar cukup dikenal masyarakat Indonesia.

            Penampilannya yang di-upload di Youtube dengan keynote ”Tegar Si Pengamen Subang” telah disaksikan lebih dari 13.000 viewer pada akhir pekan kemarin. Rekor tertinggi terjadi pada beberapa minggu yang lalu, dari 8.000 viewer melonjak drastis menjadi 13.000 penonton hanya dalam waktu sekitar empat hari.

            Alfas Hermansyah, lelaki yang pertama kali mengikutkan Tegar pada kompetisi XL, optimis akan masa depan bocah cilik ini. Suaranya yang merdu dan kemampuannya membuat lagu menjadi modal penting bagi dia meniti masa depan. Saat ini, Alfas sedang berusaha membuat album kompilasi yang berisi lagu-lagu ciptaan Tegar dan lagu publik tanpa hak paten. Album tersebut akan dikomersialkan untuk keperluan pendidikan Tegar serta untuk menopang ekonomi keluarganya. 
Oleh : Eva Rusdiana Dewi

Allahu Akbar

 
;